CerPen : Kebimbangan Si Pink (Session 2)
Masih dengan gadis berkerudung pink. Walaupun dia masih dilanda dilema yang berkepanjangan, dia masih tetap melanjutkan kehidupannya. Sekarang ini dia sedang berjalan dengan langkah pasti menuju satu titik yang menjadi salah satu tujuan hidupnya. Titik yang terlihat seperti cahaya keemasan. Semoga gadis itu benar-benar bisa menuju titik cahaya keemasan itu. Aku tak mau melihatnya bimbang dan kecewa lagi. Sudah terlalu banyak hal yang telah menguras butiran-butiran bening dari kelopak matanya di masa lalu. Ahhh... biarlah masa lalu gadis berkerudung pink itu tersimpan dalam kotak memori di sudut, paling ujung, tempat yang paling jauh dari jangkauannya untuk mengingat kembali.Dia mengawali perjalanan ketika sang mentari masih malu-malu menampakkan cahayanya. Sekarang sang mentari sudah membentuk sudut bayangan dari gadis berkerudung pink. Peluh keringat menetes beberapa kali dari pelipis menuju pipinya yang kemerahan karena cahaya sang mentari begitu hangat menerpanya. Ku lihat, sepertinya dia akan sejenak rehat. Ternyata benar....
Kulihat ia duduk di bawah pohon mangga yang sedang berbuah. Dia mulai membuka kotak bekalnya. Mencari dan memilih. Apa ya sekiranya yang bisa dimakan sekarang?? Akhirnya dia memilih sepotong roti coklat kesukannya. Gigitan pertama dan kedua masih terasa enak. Tiba di gigitan ketiga, "Bukkk!!!" Dari atas, buah mangga jatuh ke atas kepalanya. Ia kesakitan ya Rabb....
Tapi, itu tak seberapa. Ada hal yg lebih gawat terjadi. Kenangan pahit yang tersimpan rapat di sudut kotak memorinya bergeser. Bergeser ke pusat. Tempat dia menyimpan memori yang selalu ingin diingat. Ahhh... tidak. Yang aku takutkan terjadi. Kini, butiran bening itu meluncur lagi dari matanya. Walaupun tak sedahsyat dulu. Tapi aku tau, luka dihatinya terbuka lagi... Sabar ya wahai gadis berkerudung pink. Allah pasti punya hikmah dibalik semua ini. Hapuslah butiran bening itu. Kau harus kuat!!! Ingat tujuan mu sekarang duhai gadis. Titik keemasan itu.... Ingat itu. Kau harus bangkit.....
18 komentar
Write komentarWhat a wonderful world, what an exciting journey! Let's REVIVAL!
ReplyXD b^^d
hahaha,,, kasihan amat tuh mangganya... klo ma gadis pink nya mah gak kasihan... hehe.. lagian masa nyeritain diri sendiri seakan2 nyeritain orang lain.. dasar ! gadis pink... klo kejatuhan mangga lagi,... bawa pulang buat saya yah,, hehe
Reply@mas aan: wew, bahasa inggris nih. Hahahaha.... makasih yaaa... hehehe.... Yup, harus BANGKIT!!!
Reply@Ari Kus: Wew, ni anak sekalinya muncul dah mancing2 bwt berantem.... Iiihhh... >_< Knp ga kasian sama aku sich??? Hahahahaha.....
ReplyWew, dasar sendal jepit. Ga mau aku bawa mangga nya bwt mu. Kalo pun aku bawa bwt mu, bayar ya??? Hihihihihihi......
ya, memori yang dulu jangan dikunci rapat2, soalnya dibutuhkan buat menjaga kehidupan kedepannya agar tak terulang, kalau dikunci terlalu rapat susah buat mencarinya,.. takutnya terulang lagi,... BTW tu foto sendiri ya,..wakakak narsis amat ya haha
Reply@Kang Aul: Iya sich... Untuk pembelajaran ke depannya. Hehehe.... Tapi, tetep kadang butuh waktu beberapa saat untuk melupakan...
ReplyOyaaaaa?? aku narsis ya?? trus ada orang yg headernya guede dg foto sendiri, namanya apa dunk??? wahahahahahaha....
Jangan menangis! Masalalu biarlah berlalu, jika mengingatnya hanya akan menjadi penghambat dalam hidup. Begitu kata guruku. Semangat terus, berkarya terus..:D
Reply@Kang Qefy: Terimakasih akang.... Tangisan ini tak akan menghambatku untuk terus berkarya. Harus bangkit lagi...!!!
ReplyNuhun ah masukannya...
btw, ini cerpen ato kisah pribadi yg diangkat ke cerpen?tp keren loh..,klo boleh kasih saran, kenapa gak coba kirim ke penerbit, siapa tau penerbitnya berkenan. Kan lumayan royaltinya
Replysalam sobat
@Mba wits: Yaaaa gitu deh mba. hehehe......

ReplyWah, boleh juga tuh sarannya. mba wits punya infonya ga??? saya coba kalo ada infonya
Salam sobat juga...
always tersenyum ya mb
Replysalam kenal,
mhon do’a jg atas kabar duka di http://kakmila.wordpress.com/2011/01/04/semangat-sembuh-untuk-sausan/
@Mba mey: Iya mba, Insya Allah saya akan selalu tersenyum...
dan salam kenal juga. Sering-sering berkunjung ya mba... 
ReplyYa Allah mba, saya sudah baca. Iya mba... saya doakan semoga sausan bisa kuat menghadapi cobaannya dan diberikan mukjizat kesembuhan. Aminnnnnnnn.....
boleh tuh mangganya, lagi ngidam, duh... diare & maag bisa kumat lagi
Reply*semangat tetap mbak...
@dimasady: Wahahaha.... saya kirim gambarnya aja ya mas biar maag nya ga kumat lagi. Hehehehe....

ReplySiiippppp... Sedang menyusun kerangka semangat lagi...
Wah, rezeki itu mangga jatuh...
Reply@sikucingbi: Hahahaha..... Iya, rejeki. Jadi bisa makan mangga gratis. hehehe....
Replymkasih postingannnya bagus...salam kenal n met kunjungan balik...
Replyjadi makan mangga bukan roti
Reply